Tag

, , ,


Kupu biru

Image via Wikipedia

Siapa yang tidak tahu Kupu-kupu? Saya yakin semua orang pasti mengetahui binatang yang satu ini. Kupu-kupu sering kali diidentikkan dengan keindahan dan kecantikan. Banyak orang suka akan keindahan sayapnya, yang berwarna-warni. Dari yang berwarna cerah seperti bunga, berwarna gelap, putih atau berbagai motif lain, layaknya lukisan dari seorang maestro. Saya yakin semua orang menyukainya, akan tetapi apakah kita juga menyadari bahwa keindahan itu dimulai dari proses yang panjang, dan mungkin sangat menyakitkan.

Kupu-kupu merupakan hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, dari dimulai telur, telur menjadi ulat, ulat menjadi kepompong, kemudian setelah itu barulah menjadi kupu-kupu. Begitulah sebuah proses yang panjang untuk mencapai keindahan. Dan ketika telah menjadi kupu-kupu semua orang akan menyukainya, tapi adakah yang menyukai telur kupu-kupu atau bahkan ulatnya?? Kita sendiri pasti takut, atau bahkan berusaha membunuhnya.

Apabila kita melihat semua proses panjang untuk menjadi kupu-kupu yang indah, sebenarnya kita bisa belajar dari hal tersebut. Karena pada dasarnya kita tidak hanya belajar pada apa yang tertulis, namun yang lebih penting adalah belajar dari alam sekitar kita, termasuk hewan dan binatang-binatang di sekitar kita. Dari proses perkembangan kupu-kupu tersebut, dapat kita lihat bahwa perkembangan menjadi kupu-kupu tidaklah mudah, dan tentu banyak sekali rintangan bahkan bahaya yang mengancam.

Dari telur kupu-kupu, untuk dapat menetas menjadi ulat bukanlah tanpa rintangan, karena disana banyak hewan-hewan lain yang siap memangsa, akhirnya hanya telur-telur pilihan lah yang akan menetas menjadi ulat. Hal ini apabila manusia dapat kita lihat bahwa dari jutaan sel sperma, hanya satu yang akan berhasil membuahi, dan hanya yang terpilih yang akan dilahirkan. Dari ulat yang bulunya bisa membuat kita gatal, bahkan  bengkak ini tentu lebih banyak lagi rintangannya, termasuk dari manusia, karena ulat diaggap merusak tanaman, maka manusia pun akan berusaha menyingkirkannya. Begitu dibenci dan ditakutinya ulat karena sifat-sifat buruknya serta penampilannya yang tidak menarik. Seperti itulah ketika manusia mulai mengenal dunia yang fana ini, maka hanya akan membuat kerusakan di muka bumi, baik dari kelakuan, sifat tamak, rakus, iri, dan tidak punya malu. Maka ketika semua ini telah dilewati ulat pun akan bertapa menjadi kepompong dengan beberapa kali berganti kulit, membuang sifat-sifat buruknya. Pasti begitu sakit ketika harus membuang kesenangan memakan daun, menghabisi tanaman, namun semua sifat tersebut harus dibuang demi sebuah keindahan. Bahkan kepompong tersebut harus menyendiri dan tidak ada teman. Seperti juga manusia jika ingin mencapai derajat yang lebih baik, maka tinggalkanlah hal-hal buruk didalam hati, kelakuan, dan sikap. Jika itu harus dengan dijauhi oleh lingkungan dan pengorbanan yang berat, selama itu dalam jalur yang benar dan untuk kebaikan maka lakukanlah, karena keindahannya tiada bandingan. Hal ini seperti pada tahap akhir dari metamorfosis kupu-kupu, maka mereka pun akan menjadi makhluk yang indah yang dicintai banyak orang. Begitu juga manusia yang telah usai diuji maka yang akan terlahir dari manusia adalah sifat-sifat utama, mulia dan tentu dicintai oleh semua orang dan alam semesta.

Demikianlah apabila kita mau belajar pada kupu-kupu, bahwa untuk menjadi sesuatu yang indah semua berproses dengan seluruh pengorbanan, dan meninggalkan sifat-sifat buruk kita. Mudah-mudahan kita bisa belajar pada kupu-kupu dan terbang dengan memberikan keindahannya.