Tag

, , , , , ,


Piala AFF telah usai dan sang pemenang telah keluar, selamat buat Malaysia dan tetap semangat dan maju terus buat Timnas Indonesia. Euforia kemenangan Indonesia di pertandingan sebelum2 nya pun harus ditutup dengan kekalahan. Meski menang 2 – 1 di GBK, Indonesia harus menerima kenyataan bahwa Malaysia yang keluar sebagai juara karena telah unggul 3 – 0 pada final leg -1 di stadion Bukit Jalil. Ada beberapa hal yang patut kita garisbawahi dari penampilan Timnas Indonesia pada piala AFF ini. Yang utama adalah mental bermain, permainan akan bagus dan kemenangan akan diperoleh apabila pemain memiliki mental juara. Ini yang belum dimiliki oleh pemain Indonesia dan berhasil ditunjukkan oleh tim Malaysia.

Dari awal pertandingan piala AFF, mengapa permainan Indonesia bisa begitu menarik, bahkan membantai 5-1 Malaysia? Ini karena beban yang tidak terlalu berat, karena ekspektasi masyarakat yang rendah bahkan mungkin memandang sebelah mata akan kemampuan timnas. Namun setelah menang dan menang terus bahkan tidak terkalahkan sampai dengan menuju final maka ekspektasi masyarakat semakin tinggi, timnas mulai disanjung2 bahkan pemberitaan media yang berlebihan serta ada politisasi dari berbagai pihak membuat beban timnas semakin berat.

Permainan timnas mulai menurun ketika bermain dengan filipina, puncaknya pada saat final leg 1 di Bukit Jalil permainan timnas sangat buruk, mental mereka jatuh, terlihat sekali ketegangan diwajah pemain timnas. Hal ini ditambah dengan tindakan yang berlebihan dari Markus yang mengajak teman-teman nya untuk keluar lapangan gara-gara sinar laser. Padahal di Indonesia sebelumnya sinar laser juga telah ada, namun pemain Malaysia tidak melakukan protes dan keluar lapangan seperti pemain Indonesia. Setelah pertandingan sempat dihentikan kemudian dimulai lagi Indonesia langsung kebobolan tiga goal berturut-turut. Yang saya sayangkan kenapa mesti walk out? kenapa tidak bertahan dan bermain lebih ngotot lagi? Tapi itulah karekter bangsa Indonesia seperti aksara jawa “apabila dipangku mati” Apabila diunggul2 kan, apabila disanjung2 maka akan terpuruk dan bermain buruk. Pemain jadi manja dan memandang lemah tim lawan. Padahal selemah apapun lawan harus dipandang sama, mereka tetap mempunyai taring untuk menggigit.

Bermain di kandang sendiri, banyak pendukung timnas yang sudah mulai pesimis, hal ini kembali memecut semangat timnas kita. Timnas Indonesia bisa bermain all out, bahkan mungkin ini permainan terbaik timnas, menyerang sepanjang waktu pertandingan. Meskipun begitu mental kembali menentukan siapa pemenangnya, ketika Indonesia mendapat hadiah penalti dan gagal dimanfaatkan oleh Firman Utina, mental pemain kembali hancur, ditambah lagi gol oleh Safee maka otomatis Indonesia telah kalah secara mental. Malaysia yang tanpa didukung suporternya mampu bermain lepas, membuktikan mental mereka yang lebih baik. Bahkan ketika harus masuk ke Stadion dengan kawalan mobil lapis baja, mereka mampu bermain baik dan efektif.

Yang menjadi pertanyaan kenapa Malaysia bisa mempunyai mental yang lebih baik? Hal ini karena publik mereka tidak lebay seperti di Indonesia, bahkan Menpora Malaysia mengatakan piala AFF itu tidak penting. Hal ini sebenarnya sindiran halus untuk publik Indonesia yang terlalu berlebih dalam memberitakan piala AFF. Dengan ekspektasi yang tidak terlalu berlebih namun tetap memberikan dukungan penuh kepada pemain-pemainnya, Malaysia berhasil membentuk mental juara di  seluruh pemainnya. Mereka bermain lepas dan sangat menikmati final piala AFF. Apalagi ketika bermain dikandang sendiri, layaknya pisau mengiris mentega, begitu mudahnya Malaysia menjebol gawang Markus.

Mungkin sedikit catatan untuk timnas Indonesia kedepannya adalah bermainlah layaknya sudah biasa menjadi juara, media dan publik jangan lah cepat gumun atau cepat puas, jangan terlalu berlebihan dalam pemberitaan. Kita tetap dukung akan tetapi jangan malah dukungan kita jadi beban bagi mereka. Biarkan para pemain bermain tanpa rasa takut, tanpa rasa grogi dan bisa menunjukkan kualitas terbaik mereka. Tulisan ini saya buat bukan untuk menghujat timnas kita yang telah berjuang sangat heroik mada final piala AFF leg ke dua di GBK tadi malam. Tulisan ini hanya sedikit pandangan pribadi saya, semoga mental pemain kita semakin baik, semakin bagus, tidak ada lagi mental “aksara jawa”, karena secara keseluruhan permainan Indonesia lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Mohon maaf apabila ada yang berkeberatan dengan tulisan saya. Selamat buat Malaysia, Tetap semangat bagi tim Merah Putih..