Tag

, , , ,


Publik di Indonesia saat ini sedang heboh karena tim sepakbola kebanggaan kita berhasil masuk ke final piala AFF. Semua orang bersorak sorai, bergembira merayakan kemenangan tim garuda pada semifinal menghadapi filipina  Minggu (19/12/2010). Indonesia akhirnya melaju ke final Piala AFF setelah menang dengan agregat 2-0 atas Filipina. Mulai dari presiden SBY, menteri, pengusaha, mahasiswa, dosen, pedagang, pengamen dan seluruh lapisan masyarakat terlarut dalam euforia kemenangan tim garuda.

Ada beberapa hal yang bisa kita lihat dari euforia tersebut, yang pertama yaitu faktor eksternal dari persepakbolaan nasional. Kondisi Indonesia yang sedang terpuruk baik dari bencana sosial seperti wasior, mentawai, merapi, selain itu bencana moral seperti kasus korupsi,  video porno, perselingkuhan artis, dll selalu menghiasi layar kaca kita. Kondisi politik negara ini juga dalam masa yang buruk, terutama menyangkut hubungan dengan luar negeri, dimana Indonesia selalu dalam posisi yang kalah dan selalu mengalah. Dari mulai kasus TKI, kasus perbatasan dengan malaysia, kasus klaim budaya kita oleh maling-sia (malaysia). Hal tersebut membuat bangsa ini merasa sedih, jenuh, dan ingin sebuah prestasi yang bisa dibanggakan dari negeri ini, prestasi yang membuat bangsa kita bisa dipandang hormat oleh negara lain,  salah satunya adalah melalui prestasi di bidang olahraga yaitu sepakbola.

Hal yang kedua adalah dari faktor intern, hal ini bisa kita lihat dari kondisi persepak bolaan nasional yang buruk, buruk dari segi prestasi, penyelenggaraan liga, suporter rusuh, wasit tidak tegas, stadion tidak memadai, keterbatasan dana dari klub-klub sepakbola(hanya mengandalkan APBD), tuntutan mundur Nurdin Halid yang tidak pernah terlaksana, serta pemasalahan lain dari persepakbolaan nasional. Hal yang paling disorot adalah buruknya prestasi timnas merah putih di kancah internasional. Seperti yang kita ketahui bahwa selama ini tim garuda kesayangan kita tidak pernah menunjukkan peningkatan dalam segi permainan, bahkan Tim merah putih juga belum pernah sekalipun menjadi juara piala AFF, yang dahulu bernama piala tiger. Maka saat ini yang masyarakat Indonesia inginkan adalah sebuah kemenangan dan thropy dari piala AFF tersebut.

Melihat dua faktor tersebut ada hal positif yang dapat kita ambil yaitu bahwa dengan adanya musuh bersama dalam hal ini musuh dalam pertandingan dapat kita lihat bagaimana semangat nasionalisme serta persatuan kita. Namun jangan sampai lupa bahwa masih ada satu jalan lagi untuk meraih piala AFF tersebut yaitu mengalahkan malaysia. Jangan sampai kita hanya terbuai kemenangan sampai menembus final, karena masih ada lawan berat yaitu malaysia. Walaupun sudah pernah kita kalahkan pada penyisihan grup, saya yakin pasti malaysia sudah merubah taktik dan strategi, dan ini harus diwaspadai. Hal penting lainnya yaitu jangan sampai kita lupa bahwa PR PSSI masih banyak, karena apabila kita lihat, permainan memukau tim merah putih tidak lepas dari kontribusi pemain naturalisasi bernama “Christian Gonzalez” , pemain kelahiran uruguay yang lama bermain di liga sepakbola di Indonesia. Lalu yang menjadi pertanyaan kita semua adalah dimanakah bibit-bibit pemain lokal kita? dimanakah hasil pembinaan pemain yang benar-benar aseli Indonesia?? Ini harus menjadi tantangan bagi PSSI, agar keberhasilan tim garuda bukan semata-mata pemain naturalisasi akan tetapi juga pembinaan pemain muda.

Harapan kita semua, mudah-mudahan di final nanti timnas kesayangan kita bisa kembali melibas Malaysia. Maju terus garudaku….!!!