Tag

, ,


Mutasi sebuah kata yang saat ini sedang menghantui pikiran saya, dan mungkin pikiran banyak orang lainnya. Mutasi bagi pegawai yang sudah mendapat tempat yang nyaman menjadi sebuah momok yang menakutkan. Namun bagi sebagian lainnya, apa yang disebut mutasi tersebut menjadi sebuah harapan baru untuk dapat pindah ke tempat yang lebih baik. Dan saya menjadi salah satu bagian dari yang terakhir tersebut. Seseorang yang berharap untuk mendapatkan mutasi, dengan harapan dapat menjadi satu dengan istri tercinta. Sebuah keinginan sederhana yang mungkin juga banyak orang yang menginginkan hal yang sama.

Seringkali saya bertanya pada diri sendiri kenapa ya mesti ada mutasi pegawai, mesti pegawai dari jawa dipindah ke sumatera, kalimantan, papua, sulawesi dan sebaliknya. Seharusnya pegawai dari jawa ya bertugas di jawa, yang dari kalimantan ya bertugas di kalimantan. Hal ini selain menghemat anggaran juga untuk kenyamanan dalam bekerja. Orang akan lebih nyaman bekerja ketika berada dalam lingkungan, budaya yang sama. Dan ketika seseorang telah merasa nyaman tentu semangat dalam bekerjanya juga tinggi. Jadi mestinya ini menjadi pemikiran para pembuat kebijakan terutama soal SDM, bagaimana meningkatkan kualitas SDM yang di luar jawa agar tidak ada lagi mutasi pegawai. Banyangkan saja berapa biaya yang harus dikeluarkan seseorang ketika harus pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Belum lagi biaya sosial yang timbul. Jangankan memikirkan untuk punya rumah, untuk berkumpul dengan keluarga saja kadang sangat susah. Baru 1 tahun pindah tahun depan harus siap-siap lagi untuk pindah.

Saya yakin setiap orang ingin menetap dalam bekerja, dalam artian menetap di lingkungan yang memiliki kesamaan budaya dan sosial. Karena dengan hal itu otomatis seseorang akan bersungguh-sungguh dan ikhlas dalam bekerja. Lain halnya ketika seseorang sudah tidak merasa nyaman untuk bekerja di lingkungan yang benar-benar beda dari segi sosial budayanya. Yang ada hanya rasa enggan, penolakan, akhirnya produktivitas menurun. Saya bisa bercerita seperti ini karena saya juga mengalaminya. Bahkan beberapa orang bisa sampai stress, terlebih lagi bagi yang daerah kerjannya berada di daerah terpencil.

Harapan saya, mudah-mudahan ada orang pengambil kebijakan yang benar-benar bijak dalam menempatkan pegawainya. Selain itu ini juga menjadi PR bagi pemerintah, bagaimana meningkatkan level kualitas SDM di daerah terutama luar jawa. Dengan kualitas SDM yang setara maka tidak ada lagi pegawai pemerintah pusat yang harus merantau dan hidup nomaden lagi. Karena semua pegawai bekerja di daerahnya masing-masing, semangat kerja tinggi, dan produktivitas meningkat. Pemerintah senang dan rakyat, abdi negara juga ikut merasakan senang.

Dan saat ini penentian saya adalah pada sepotong kertas berjudul S.K. Mutasi dimana nama saya tertera di dalamnya dan saya dipindahkan satu kota dengan istri saya. Amin..Amin…Amin Ya Allah.