Tag

, , , , ,


Merapi in 1930

Image via Wikipedia

Gunung api meletus akibat magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma. Letusannya membawa abu dan batu yang menyembur dengan keras, sedangkan lavanya bisa membanjiri daerah sekitarnya. Gunung api bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar pada wilayah radius ribuan kilometer dan bahkan bisa mempengaruhi putaran iklim di bumi ini, seperti yang terjadi pada Gunung Pinatubo di Filipina dan Gunung Krakatau di Propinsi Banten, Indonesia. Hasil dari letusan gunung berapi tersebut antara lain :

  1. Gas vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung berapi. Gas-gas yang dikeluarkan antara lain Karbon Monoksida (CO), KarbonDioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen(N2) yang membahayakan bagi manusia.
  2. Lava adalah cairan magma bersuhu sangat tinggi yang mengalir ke permukaan melalui kawah gunung berapi. Lava encer mampu mengalir jauh dari sumbernya mengikuti sungai atau lembah yang ada, sedangkan lava kental mengalir tidak jauh dari sumbernya.
  3. Lahar juga merupakan salah satu ancaman bagi masyarakat yang tinggal dilereng gunung berapi. Lahar adalah banjir bandang di lereng gunung yang terdiri dari campuran bahan vulkanik berukuran lempung sampai bongkah. Lahar dapat berupa lahar panas atau lahar dingin. Lahar panas berasal dari letusan gunung api yang memiliki danau kawah, dimana air danau menjadi panas kemudian bercampur dengan material letusan dan keluar dari mulut gunung. Lahar dingin atau lahar hujan terjadi karena percampuran material letusan dengan air hujan di sekitar gunung yang kemudian membuat lumpur kental dan mengalir dari lereng gunung. Lumpur ini bisa panas atau dingin.
  4. Awan panas adalah hasil letusan gunung api yang paling berbahaya karenatidak ada cara untuk menyelamatkan diri dari awan panas tersebut kecuali melakukan evakuasi sebelum gunung meletus. Awan panas bisa berupa awan panas aliran, awan panas hembusan dan awan panas jatuhan. Awan panas aliran adalah awan dari material letusan besar yang panas, mengalir turundan akhirnya mengendap di dalam dan di sekitar sungai dan lembah. Awan panas hembusan adalah awan dari material letusan kecil yang panas, dihembuskan angin dengan kecepatan mencapai 90 km per jam. Awan panas jatuhan adalah awan dari material letusan panas besar dan kecil yang dilontarkan ke atas oleh kekuatan letusan yang besar. Material berukuran besar akan jatuh di sekitar puncak sedangkan yang halus akan jatuh mencapai puluhan, ratusan bahkan ribuan kilometer dari puncak karena pengaruh hembusan angin. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada bagian tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki, dan juga menyebabkan sesak napas sampai tidak bisa bernapas. Ini yang biasa disebut “wedhus gembel”.
  5. Abu letusan gunung berapi adalah material letusan yang sangat halus. Karena hembusan angin dampaknya bisa dirasakan ratusan kilometer jauhnya.

Sedangkan dampak bagi masyarakat sekitar antara lain :

  1. Permasalahan pernapasan
  2. Kesulitan penglihatan
  3. Pencemaran sumber air bersih
  4. Badai listrik
  5. Gangguan kerja mesin dan kendaraan bermotor
  6. Kerusakan atap
  7. Kerusakan ladang dan lingkungan sekitar
  8. Kerusakan infrastruktur seperti jalan dan bandar udara

Untuk menghindari terjadinya korban jiwa dari letusan gunung berapi ini diperlukan tindakan kesiapsiagaan dalam menghadapi letusan gunung berapi. Tindakan yang harus dilakukan dibagi menjadi 3 tindakan utama yaitu ; tindakan persiapan, tindakan saat terjadi letusan, tindakan pasca letusan.

A. Tindakan Persiapan sebelum terjadi letusan gunung api

Beberapa persiapan yang harus dilakukan dalam menghadapi letusan gunung api antara lain :

  1. Mengenali tanda-tanda bencana, karakter gunung api dan ancaman- ancamannya;
  2. Membuat peta ancaman, mengenali daerah ancaman, daerah aman;
  3. Membuat sistem peringatan dini;
  4. Mengembangkan Radio komunitas untuk penyebarluasan informasi status gunung api;
  5. Mencermati dan memahami Peta Kawasan Rawan gunung api yang diterbitkan oleh instansi berwenang;
  6. Membuat perencanaan penanganan bencana;
  7. Mempersiapkan jalur dan tempat pengungsian yang sudah siap dengan bahan kebutuhan dasar (air, jamban, makanan, pertolongan pertama) jika diperlukan;
  8. Mempersiapkan kebutuhan dasar dan dokumen penting;
  9. Memantau informasi yang diberikan oleh Pos Pengamatan gunung api (dikoordinasi oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Pos pengamatan gunung api biasanya mengkomunikasikan perkembangan status gunung api lewat radio komunikasi.

B. Tindakan saat terjadi letusan gunung api

Yang sebaiknya dilakukan jika terjadi letusan gunung api antara lain :

  1. Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah, aliran sungai kering dan daerah aliran lahar;
  2. Hindari tempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan;
  3. Masuk ruang lindung darurat;
  4. Siapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan;
  5. Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh, seperti baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya;
  6. Melindungi mata dari debu, bila ada gunakan pelindung mata seperti kacamata renang atau apapun yang bisa mencegah masuknya debu ke dalam mata;
  7. Jangan memakai lensa kontak;
  8. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung;
  9. Saat turunnya abu gunung api usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

C. Tindakan pasca letusan gunung api

Yang sebaiknya dilakukan setelah terjadinya letusan gunung api antara lain :

  1. Jauhi wilayah yang terkena hujan abu
  2. Bersihkan atap dari timbunan abu karena beratnya bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan
  3. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin motor, rem, persneling dan pengapian.

Dengan tindakan siapsiaga tersebut diharapkan tidak ada korban lagi seperti yang terjadi di Gunung Merapi. Jangan lupa selalu berdoa kepada Allah, SWT. Karena hanya kepada-Nya kita memohon dan berserah diri. Semoga bermanfaat
sumber : www.idepfoundation.org/pbbm