Tag

, , ,


Map of Indonesia showing waters of the East In...

Image via Wikipedia

Bulan ramadhan merupakan bulan penuh berkah bagi kita semua. Hal ini juga bagi para pengemis dan anak jalanan. Mereka memanfaatkan bulan ini untuk mengais rejeki yang lebih banyak. Merupakan hal yang lazim terjadi di negara kita tercinta ini, tapi apakah pernah terfikir oleh kita bagaimana masa depan anak-anak tersebut?Apakah generasi miskin akan selalu melahirkan generasi miskin selanjutnya?Apakah tidak ada kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki nasib?masa depan mereka, dan keturunan mereka dimasa yang akan datang?

Jika kita menelaah lebih dalam lagi hal ini tak terlepas dari masalah kemiskinan dan masalah turunannya. Lalu bagaimana kita bisa mengurangi kemiskinan?harus dimulai darimana?apakah cukup dengan Bantuan Langsung Tunai untuk mengisi perut mereka. Hal yang sering kita pertanyakan adalah bagaimana peran pemerintah mengatasi hal tersebut. Memang ini merupakan tugas utama pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, kebodohan, meningkatkan taraf hidup dan mensejahterakan masyarakat. Akan tetapi kita harus realistis juga terhadap hal tersebut. Sebesar-besarnya pemerintah berusaha, pemerintah juga punya keterbatasan sumber daya. Jadi yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita sebagai masyarakat ikut andil dalam mengatasi permasalahan tersebut, karena tidak mungkin semuanya dapat ditangani oleh pemerintah.

Untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan kebodohan menurut saya yang harus dikelola dahulu yaitu bagaimana seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali bisa mengenyam pendidikan sampai dengan perguruan tinggi. Sepertinya ini hal yang sulit, tapi ini tidak mustahil jika kita lakukan secara bersama. Pertama yang harus pemerintah dan masyarakat lakukan adalah bagaimana memperoleh data kependudukan yang valid dan akurat. hal tersebut untuk mengetahui berapa tingkat penghasilan masyarakat, tingkat kebutuhan hidup serta berapa tingkat kemiskinan masyarakat. Yang kedua yaitu bagaimana menerapkan pendidikan yang berkeadilan. Hal ini merupakan syarat mutlak jika kita ingin masyarakat kita semuanya terdidik. Pendidikan berkeadilan yang saya maksud disini adalah bagaimana menerapkan biaya pendidikan disesuaikan dengan tingkat penghasilan dan pendapatan masyarakat. Akan sangat aneh apabila disebuah sekolah, seseoraang yang berpenghasilan 10 juta perbulan dengan yang berpenghasilan 1 juta perbulan harus membayar biaya sekolah bagi anak mereka dengan besaran yang sama. Dan ini yang terjadi di Indonesia saat ini. Sudah saatnya pemerintah menjadi fasilisator dan regulator dalam penerapan pendidikan yang berkeadilan tersebut. Jadi nanti satu orang kaya bisa membantu 2 sampai 3 orang miskin. Dengan demikian seluruh Warga Negara Indonesia bisa mengenyam pendidikan.

Yang terakhir yaitu pendidikan yang harus diterapkan saat ini adalah pendidikan yang mampu menciptakan wawasan untuk membuka lapangan kerja. Hal ini karena sampai dengan sekarang mind set yang berkembang adalah bagaimana sekolah untuk bisa mendapat pekerjaan bukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Apabila kesemuanya bisa dilakukan dengan konsisten saya yakin tidak ada lagi anak-anak dijalanan yang harus mengemis lagi.

Mari kita mulai dari sekarang, tanpa harus menunggu pemerintah, mari kita sisihkan sebagian uang kita untuk membantu pendidikan saudar-saudar kita yang kurang beruntung. Dimulai dari diri kita sendiri untuk nanti bisa berkambang menjadi sebuah Gerakan Nasional Entaskan Kebodohan dan Kemiskinan. Semoga🙂