Tag

, , , , ,


Map of Malaysia, circa 1914

Image via Wikipedia

Sungguh sangat malu menjadi bangsa ini, bangsa yang disebut sebagai bangsa besar, bangsa yang memiliki ribuan kebudayaan, akan tetapi begitu mudahnya dan begitu rendahnya bangsa kita dihadapan bangsa lain. Kasus penyanderaan tiga pegawai Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) oleh polisi diraja Malaysia menjadi bukti bahwa bangsa kita telah dilecehkan oleh Malaysia. Bukan pertama atau kedua kalinya bangsa kita berurusan dengan Malaysia, tapi yang terjadi adalah kita selalu kalah. Kasus Sipadan, Ligitan, Ambalat, Tari Pendet, TKI sampai yang baru-baru ini kasus penyanderaan pegawai DKP. Inilah wujud diplomasi yang ingin dikembangkan? diplomasi cengeng tanpa ketegasan.

Disaat rakyat kita begitu terbakar melihat apa yang terjadi, Menteri Marty Natalegawa dalam berbagai keterangan publiknya justru lebih banyak mengungkapkan soal garis perbatasan yang belum jelas, yang selain menjustifikasi sikapnya yang tidak tegas pada dasarnya juga membenarkan sikap Malaysia atas kasus tersebut. Padahal kita tahu bahwa alasan garis batas yang belum jelas merupakan argumen Malaysia untuk membenarkan tindakannya. Seharusnya argumen kita adalah sikap tegas dan protes keras atas provokasi seperti ini, serta mendekonstruksi klaim atau alasan Malaysia melakukan hal seperti itu.

Diplomasi macam apa itu?? Diplomasi curhat-kah? Diplomasi Melow-kah? Apakah kita hanya ingin berteman saja, karena serumpun, dsb. Menurut saya kita harus punya ketegasan, kita siap untuk hidup berteman tapi kita juga harus siap untuk bermusuhan. Saya bukan pecinta perang atau menginginkan perang, tapi saya hanya ingin Indonesia tegas dengan sikap-sikap Malaysia yang semakin lama semakin menjengkelkan. Bagaimana bangsa kita tidak geram, pegawai kita, aparat kita ditukar dengan maling ikan.

Mungkin judul saya sudah mewakili bahwa disaat kita memperingati kemerdekaan, harga diri kita sebagai bangsa yang merdeka diinjak-injak, dipermalukan. Untuk sikap diplomasi negara kita yang lemah mari kita kibarkan bendera setengah tiang. Tapi ingat, kita jangan sampai ikut melemah, sebagai generasi baru kita tunjukkan kepada Malaysia bahwa rakyat Indonesia tidak bisa menerima kelakuan dari Malaysia. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan :

1. Stop pengiriman TKI ke Malaysia, kita bisa bekerja dinegara kita sendiri.

2. Boikot semua produk malaysia termasuk musik dari malaysia.

3. Usir semua warga Malaysia di Indonesia.

Semoga kita bisa lebih baik, lebih dihargai di dunia Internasional. MERDEKA!!!!